>> TAFAKUR <<
Ketika fitnah meluncur di hadapan mata, mengajarkan bahwa:
*Tuhan sedang menunjukkan kualitas jiwa si pembicara...
*Tuhan sedang menyuruh kita untuk lebih mawas diri...
*Tuhan sedang mendendangkan sya'ir hidup lewat air mata permohonan kita...
*Tuhan sedang melarang kita untuk menjadi cermin si pembicara...
*Tuhan sedang menguji kaki kita yang selalu memohon peningkatan tangga iman...
*Tuhan sedang menyuruh kita untuk meningkatkan aktivitas positif untuk mengubah paradigma tersebut...
*Tuhan sedang mengajari kita bersyukur, karena 2 hal, 1 atas perhatian pembicara yang selalu memperhatikan gerak-gerik kita, 2 atas kesadaran bahwasanya fitnah itu keji dan menyakitkan penerimanya...
dsb...
.............................. ......................
Ketika fitnah meluncur tanpa sepengetahuan telinga, mengajarkan bahwa:
#Tuhan sedang menyuruh kita beristirahat dari kedukaan...
#Tuhan ingin jiwa kita bersih dari perkataan yang tidak layak mampir atas diri kita...
#Tuhan ingin melindungi kita dari penyakit hati terhadap sikap si pembicara...
#Tuhan ingin ukhuwah kita dengan pembicara tetap terjalin, karena mungkin saja ada rencana besar dibalik semua itu...
#Tuhan ingin kita lebih fokus dengan sesuatu yang lebih penting dari pada hanya mengetahui keburukkan orang lain...
#Tuhan ingin kita menjernihkan pikiran dari prasangka-prasangka yang melunturkan pahala...
dsb...
^~^ Syifa Azkiya, nama penaku ^~^
~Ketika diam adalah emas, maka berbicara kebaikkan adalah intan berlian~
Ketika fitnah meluncur di hadapan mata, mengajarkan bahwa:
*Tuhan sedang menunjukkan kualitas jiwa si pembicara...
*Tuhan sedang menyuruh kita untuk lebih mawas diri...
*Tuhan sedang mendendangkan sya'ir hidup lewat air mata permohonan kita...
*Tuhan sedang melarang kita untuk menjadi cermin si pembicara...
*Tuhan sedang menguji kaki kita yang selalu memohon peningkatan tangga iman...
*Tuhan sedang menyuruh kita untuk meningkatkan aktivitas positif untuk mengubah paradigma tersebut...
*Tuhan sedang mengajari kita bersyukur, karena 2 hal, 1 atas perhatian pembicara yang selalu memperhatikan gerak-gerik kita, 2 atas kesadaran bahwasanya fitnah itu keji dan menyakitkan penerimanya...
dsb...
..............................
Ketika fitnah meluncur tanpa sepengetahuan telinga, mengajarkan bahwa:
#Tuhan sedang menyuruh kita beristirahat dari kedukaan...
#Tuhan ingin jiwa kita bersih dari perkataan yang tidak layak mampir atas diri kita...
#Tuhan ingin melindungi kita dari penyakit hati terhadap sikap si pembicara...
#Tuhan ingin ukhuwah kita dengan pembicara tetap terjalin, karena mungkin saja ada rencana besar dibalik semua itu...
#Tuhan ingin kita lebih fokus dengan sesuatu yang lebih penting dari pada hanya mengetahui keburukkan orang lain...
#Tuhan ingin kita menjernihkan pikiran dari prasangka-prasangka yang melunturkan pahala...
dsb...
^~^ Syifa Azkiya, nama penaku ^~^
~Ketika diam adalah emas, maka berbicara kebaikkan adalah intan berlian~